
Kegiatan yang mengusung tema “Stand Out and Action in English” tersebut dibuka pada Jumat sore dan menjadi ruang bagi para peserta untuk belajar bahasa Inggris secara lebih aktif, komunikatif, dan menyenangkan.
Wakil Dekan I Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMPAR, Syawal, S.Pd., M.Pd., saat membuka kegiatan mengajak para peserta untuk tidak takut melakukan kesalahan ketika berbicara dalam bahasa Inggris. 19/9/26 SMK Negeri 7 Pinrang
“When you come to my class, please leave your grammar at home, even keep it in your cabinet! Kalau kalian masuk kelas saya, grammar-mu simpan di rumah, simpan di lemari, kunci baik-baik,” ujar Syawal yang disambut gelak tawa dan tepuk tangan peserta.
Menurut Syawal, peserta tidak perlu terlalu terbebani dengan aturan tata bahasa ketika sedang berlatih berbicara.
Ia menegaskan, kesalahan merupakan bagian dari proses belajar dan justru menjadi kesempatan untuk memperbaiki kemampuan.
“Never be afraid of making mistakes. Jangan pernah takut bikin salah. Kalau ada yang salah, itu tugasnya fasilitator dan pendamping yang mengarahkan, karena kalian di sini memang untuk belajar,” katanya.
Dorong Siswa Lebih Percaya Diri

Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat hubungan kemitraan dan silaturahmi antara SMKN 7 Pinrang dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMPAR.
Selama tiga hari, peserta mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, keberanian berbicara di depan umum, kerja sama tim, hingga kemampuan bermain peran atau role-play.
Menariknya, area perkemahan diterapkan sebagai 100 persen English Zone. Peserta didorong menggunakan bahasa Inggris dalam berbagai aktivitas tanpa harus takut salah dalam pengucapan maupun tata bahasa.
Peserta yang mengikuti kegiatan ini terdiri atas 21 siswa SMKN 7 Pinrang serta perwakilan dari SMPN 1 Suppa, SMPN 2 Suppa, dan SMPN 3 Suppa.
Penyelenggaraan kegiatan dikawal langsung Kepala SMKN 7 Pinrang Dedi Setiawan, S.Pd., M.Pd., bersama jajaran guru pembimbing dan panitia pelaksana.
FKIP UMPAR Turun Langsung Dampingi Peserta
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari keluarga besar FKIP UMPAR. Jajaran pimpinan, dosen, mahasiswa, hingga alumni hadir secara langsung untuk memberikan pendampingan dan memfasilitasi berbagai sesi selama English Camp berlangsung.
Sejumlah unsur FKIP UMPAR yang hadir antara lain Wakil Dekan I FKIP UMPAR Syawal, Ketua Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris Sianna, S.Pd., M.Pd., Ketua Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Inggris Dr. Ika Yanti Ziska, S.Pd., M.Pd., Direktur Sekolah Pascasarjana UMPAR Nasrullah A., S.Pd., M.Pd., Dosen Pendidikan Bahasa Inggris Hasman, S.Pd., M.Pd., serta tim Penerimaan Mahasiswa Baru UMPAR Wahyuddin, S.Pd., M.Pd.
Pendampingan juga diperkuat mahasiswa FKIP UMPAR, termasuk pengurus English Education Student Association (EESA), serta sejumlah alumni FKIP UMPAR.
Kehadiran mahasiswa dan alumni menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana belajar yang lebih dekat dengan peserta, sekaligus memberikan pengalaman praktik berbahasa Inggris secara langsung.
Kepala SMKN 7 Pinrang: Hubungan dengan UMPAR Terus Terjaga
Kepala SMKN 7 Pinrang Dedi Setiawan menyampaikan apresiasi atas dukungan FKIP UMPAR yang selama ini dinilai konsisten membersamai berbagai program sekolah.
Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan UMPAR dan berharap hubungan tersebut terus berkembang.
“Masya Allah, saya sangat berbahagia. Terima kasih kepada kampus tercinta Universitas Muhammadiyah Parepare. Ini kalau di belahan jantung saya, isinya berwarna ‘Biru’ (almamater UMPAR), saking cintanya kami sama UMPAR,” ungkap Dedi.
Dedi juga menekankan pentingnya perhatian dan pendampingan dalam mengembangkan potensi peserta didik.
“Itu karena pertama bibitnya unggul, yang kedua SMKN 7 punya perhatian. Sebab biar bibitnya unggul, kalau tidak kita siram, tidak mungkin bisa tumbuh,” katanya.

“Ini yang biasanya mereka takutkan, karena di LDK OSIS katanya disuruh jalan tengah malam. Tenang, kita tidak jalan tengah malam. Kita jalan subuh-subuh, tapi ke masjid, bukan di pos-pos!” ujarnya disambut tawa peserta.
Dedi kemudian menutup sambutannya dengan menyampaikan optimisme terhadap masa depan sekolah dan para peserta.
“Saya selalu meyakini bahwa semua ada masanya. Kita pernah di puncak, sekarang mungkin di titik nadir, tapi saya sangat yakin suatu saat kita akan Great Again,” katanya.
Api Unggun Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris
Usai seremoni pembukaan, kegiatan hari pertama langsung diisi dengan orientasi dan ice breaking. Para peserta dari berbagai sekolah kemudian dibagi ke dalam kelompok atau tribe/clan.
Mereka berkolaborasi membuat yel-yel kelompok dan menggunakan English name tag sebagai bagian dari proses membangun interaksi sejak awal kegiatan.
Pada malam hari, suasana perkemahan semakin hangat melalui sesi “Campfire Chronicle: The Art of Storytelling”.
Di sekitar api unggun, peserta diajak mempelajari teknik bercerita menggunakan bahasa Inggris secara interaktif. Pembelajaran dikemas dalam suasana terbuka sehingga peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga berlatih menyampaikan cerita secara langsung.
Rangkaian hari pertama kemudian ditutup melalui sesi Campfire Talk. Dalam sesi tersebut, peserta menyampaikan harapan, motivasi, serta target yang ingin dicapai selama mengikuti English Camp IV.
Tepat pukul 22.00 WITA, kegiatan hari pertama ditutup dengan refleksi harian.
Melalui English Camp IV, SMKN 7 Pinrang bersama FKIP UMPAR tidak hanya mengajarkan kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga mendorong siswa untuk berani tampil, berkomunikasi, bekerja sama, dan belajar dari kesalahan.
Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang tidak hanya memahami bahasa asing secara teori, tetapi juga memiliki keberanian untuk menggunakannya dalam kehidupan nyata.