KetFot : Program Studi Pendidikan Nonformal (PNF) Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) mengimplementasikan kerja sama kelembagaan dengan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Pangkajene
Pangkajene dan Kepulauan-Program Studi Pendidikan Nonformal (PNF) Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) mengimplementasikan kerja sama kelembagaan dengan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan melalui kegiatan peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan dalam pengembangan pembelajaran mendalam berbasis potensi lokal.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata pelaksanaan kerja sama antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan nonformal dalam memperkuat kualitas pembelajaran, meningkatkan kompetensi pendidik, serta mendorong pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber belajar yang kontekstual dan bermakna.

Implementasi kerja sama tersebut tidak hanya berorientasi pada penguatan hubungan kelembagaan, tetapi juga diarahkan pada kegiatan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi pendidik dan tenaga kependidikan. Melalui kolaborasi ini, Prodi PNF UMPAR berkontribusi dalam pengembangan pengetahuan dan praktik pembelajaran, sementara SKB Kabupaten Pangkep menjadi mitra strategis dalam penerapan inovasi pembelajaran sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat setempat.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Kabupaten Pangkep, Hj. Rukmini, S.Pd., M.Pd., serta Ihwan Ridwan, S.Pd., M.Pd. Keduanya memberikan penguatan materi mengenai kebijakan dan implementasi pembelajaran mendalam serta strategi pengembangan pembelajaran yang memanfaatkan potensi lokal.

Dalam kegiatan tersebut, Hj. Rukmini, S.Pd., M.Pd. memberikan perspektif mengenai pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan perguruan tinggi dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan masyarakat. Dukungan kebijakan dan kolaborasi antarlembaga menjadi bagian penting dalam memastikan program peningkatan kompetensi pendidik dapat terlaksana secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ihwan Ridwan, S.Pd., M.Pd. membahas pengembangan pembelajaran mendalam yang mendorong peserta didik memahami konsep secara utuh, mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan nyata, dan merefleksikan pengalaman belajarnya. Potensi lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat dapat diintegrasikan sebagai sumber belajar untuk menciptakan pembelajaran yang relevan dengan kehidupan peserta didik.

WhatsApp Image 2026-10-24 at 20.16.12.jpeg 124.88 KB
Bagi pendidikan nonformal, pendekatan ini memiliki arti penting karena pembelajaran perlu menyesuaikan karakteristik peserta didik, kebutuhan masyarakat, serta konteks lingkungan setempat. Oleh karena itu, pendidik diharapkan mampu mengembangkan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga pada penguatan kompetensi, kreativitas, kemandirian, dan kecakapan hidup.

Melalui implementasi kerja sama ini, Prodi PNF UMPAR dan SKB Kabupaten Pangkep diharapkan dapat membangun kolaborasi yang berkelanjutan dalam pengembangan perangkat pembelajaran, pendampingan pendidik, penerapan inovasi pembelajaran, serta evaluasi mutu pembelajaran pada satuan pendidikan nonformal.

Kegiatan ini menegaskan bahwa kerja sama antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan akan memberikan nilai strategis apabila diwujudkan melalui program konkret yang menjawab kebutuhan lapangan. Dengan demikian, kemitraan Prodi PNF UMPAR dan SKB Kabupaten Pangkep diharapkan tidak berhenti pada kesepakatan administratif, tetapi terus berkembang menjadi kolaborasi produktif yang berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan nonformal dan pemberdayaan masyarakat. (*/AR)