KetFot : Monitoring dan Evaluasi (Monev) Laporan Kemajuan Internal Program Hilirisasi Riset Prioritas Tahun 2026, pada Rabu, 8 Oktober 2026, bertempat di Ruang Rapat LPPM UM Parepare.
Parepare – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Laporan Kemajuan Internal Program Hilirisasi Riset Prioritas Tahun 2026, pada Rabu, 8 Oktober 2026, bertempat di Ruang Rapat LPPM UM Parepare.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin untuk memastikan progres, capaian luaran, dan kesiapan komersialisasi riset yang didanai melalui skema Hilirisasi Riset Prioritas Direktorat Risbang Kemdiktisaintek Pada tahun 2026. UMPAR tahun ini berhasil meloloskan dua skema utama, yakni skema SINERGI dan AJAKAN INDUSTRI.

Monev menghadirkan dua reviewer, yaitu Prof. Dr. Hadi Pajarianto, M.Pd.I. dan Dr. Andi Adam Malik, M.Si. Kedua reviewer memberikan masukan konstruktif terkait substansi penelitian, ketercapaian indikator, serta strategi hilirisasi ke industri. Adapun Skema SINERGI dengan
Judul “Pengembangan Humichar Zeomix dari Produk Asam Organik Kulit Buah Kakao untuk Komersialisasi pada Segmen Soil Booster” dengan tim peneliti yang diketuai
Prof. Dr. Iradhatullah Rahim, M.P., dan anggota Abd. Rahim, M.P., Pratiwi MK.,S.Kom., M.P., Hendra Ahmad, M.Pd. Hartono Hamzah, M.H., serta
Sariana Damis, M.Ak.
Untitled-2.jpg 572.77 KB
Riset ini berfokus pada pemanfaatan limbah kulit buah kakao menjadi produk soil booster bernilai ekonomi tinggi melalui teknologi Humichar Zeomix, yang diharapkan menjadi solusi perbaikan kesuburan tanah berkelanjutan. Kegiatan ini pada tahun pertama. Skema kedua adalah
AJAKAN INDUSTRI, dengan judul “Teknologi Biochar Berbasis Offset Karbon Sebagai Matrik Pupuk Lepas Lambat yang Stabil dan Persisten Meningkatkan Serapan Hara". Ketua tim Dr. Sukmawati, M.P. Anggota:
Prof. Dr. Iradhatullah Rahim, M.P., Fatmawati, M.P., Bahruddin, M.Si., dan
Sahruni M.TP. Kegiatan ini mengembangkan teknologi biochar yang berfungsi sebagai matriks pupuk lepas lambat (slow release) yang stabil dan persisten, sekaligus mendukung konsep offset karbon untuk pertanian rendah emisi.

Dalam arahannya, reviewer menekankan pentingnya ketepatan dokumentasi kemajuan, penguatan bukti kemitraan industri, serta percepatan prototipe produk menuju komersialisasi.

Melalui kegiatan Monev ini, LPPM UM Parepare berharap seluruh tim riset dapat menyelesaikan laporan kemajuan sesuai timeline dan menghasilkan luaran yang tidak hanya publikatif, tetapi juga aplikatif dan memiliki nilai hilirisasi nyata bagi masyarakat dan industri. Mitra industri pada kegiatan ini masing-masing adalah CV Makassar Agro Mandiri dan PT Majjama Agro Industri. (*/AR)