UMPAR Jadi Pelopor Pengembangan Pupuk Kimia Lepas Lambat Berbasis Biochar di Sulawesi Selatan
Admin 2 UMPAR
27 December 2025
3 bulan yang lalu
11 views
Proses pembuatan pupuk kimia lepas lambat (slow release fertilizer) berbasis biocharUMPAR-27/12/25 Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) kembali menorehkan prestasi di bidang riset dan inovasi dengan menjadi pelopor pengembangan pupuk kimia lepas lambat (slow release fertilizer) berbasis biochar di Sulawesi Selatan. Inovasi ini dikembangkan melalui pendanaan program Hilirisasi Riset Ajakan Industri dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Melalui program tersebut, UMPAR bekerja sama dengan mitra industri PT Majjama Agroindustri dalam mengembangkan pupuk slow release NPK granul 10-5-5. Pupuk yang dihasilkan memiliki kebaruan sebagai pupuk kimia inovatif yang tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan efisiensi pemupukan, tetapi juga berkontribusi dalam memperbaiki kesehatan tanah secara berkelanjutan.
Proses pembuatan pupuk kimia lepas lambat (slow release fertilizer) berbasis biocharPengembangan pupuk ini memanfaatkan biochar sebagai matriks pupuk kimia, dengan memodifikasi pupuk kimia cair NPK milik mitra industri menjadi pupuk NPK granul padat. Teknologi tersebut menghasilkan pola pelepasan unsur hara secara bertahap (slow release), sehingga unsur hara dapat diserap tanaman secara optimal dan mengurangi kehilangan nutrisi akibat pencucian atau penguapan.Dr. Sukmawati, M.P., selaku pengelola inovasi Biochar berbasis offset karbon, menjelaskan bahwa teknologi ini merupakan bagian dari inovasi unggulan UMPAR yang dikembangkan melalui Pusat Studi Inovasi dan Teknologi Karbon serta Pengelolaan Biomassa Pertanian. Biochar yang digunakan tidak hanya berfungsi sebagai pembawa nutrisi, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kualitas tanah dan mendukung upaya mitigasi perubahan iklim melalui penyimpanan karbon.
Lebih lanjut, UMPAR menjadi salah satu dari dua universitas di bawah naungan LLDIKTI yang berhasil menerima hibah program hilirisasi riset ini, sekaligus memperoleh pendanaan terbesar, yang menunjukkan kepercayaan pemerintah terhadap kapasitas riset dan inovasi UMPAR.Keberhasilan ini menegaskan komitmen UMPAR dalam mengembangkan riset terapan yang berdampak langsung bagi sektor pertanian, industri, dan lingkungan, serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendorong inovasi berkelanjutan di Sulawesi Selatan dan Indonesia secara umum. (*/AR)