
Ia mengatakan, penguatan reputasi digital adalah juga integrasi nilai-nilai Islam dalam strategi membangun citra positif, serta kemampuan membaca persepsi publik dan mengelola krisis komunikasi, sehingga sangat relevan ketika harus reportase langsung ditengah masyarakat. ”ujarnya.
Pelatihan Manajemen Reputasi Digital Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh Majelis Pustaka & Informasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan (MPI PWM Sulsel) kali ini lebih menegenalkan peserta untuk mampu mengelola dan praktik Pembuatan Konten Visual Muhammadiyah, Mengenal Nilai Berita dan Etika Jurnalistik, Teknik Menulis Berita, Praktik Menulis Rilis Berita dengan AI, Standar dan Teknik Produksi Tayangan TVMU, hingga praktik Pembuatan dan Editing Konten Audio Visual untuk Media Sosial.
Menurut dia, pengelolaan reputasi digital tidak lagi dapat dipandang sebagai aktivitas teknis semata namun juga menjadi aspek penting dalam standar produksi konten dan penerapan etika jurnalistik yang perlu diperhatikan dalam setiap aktivitas komunikasi digital. Selain itu, pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan Internet of Things (IoT) dinilai dapat mendukung efektivitas komunikasi modern.
Partisipasi UMPAR dalam pelatihan ini diharapkan nantinya mampu meningkatkan kualitas pengelolaan informasi dan komunikasi kampus, sekaligus memperkuat peran kehumasan dalam menjaga dan membangun reputasi institusi di era digital utamanya untuk memperkuat posisi Muhammadiyah sebagai organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus unggul dalam membangun komunikasi publik yang kredibel. “terang Andy Rizal”.(*/IW)