

FEB UMPAR melihat masjid memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan masyarakat. Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan untuk mendukung berbagai program pemberdayaan, termasuk di bidang pendidikan.
Melalui Gerakan Satu Masjid Satu Sarjana, generasi muda di lingkungan sekitar masjid diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Sarjana yang lahir melalui gerakan tersebut nantinya diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan keluarganya, tetapi juga kembali berkontribusi bagi masyarakat di lingkungannya.
Gagasan GSMS juga mendapat dukungan dari Rektor UMPAR Dr. Patahuddin Hakim, S.Pd., M.Pd. Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen UMPAR untuk memperluas manfaat perguruan tinggi kepada masyarakat melalui program pendidikan dan pemberdayaan.
Wakil Rektor III UMPAR Dr. Ir. H. Hakzah, S.T., M.T. turut hadir dalam audiensi bersama jajaran FEB UMPAR.
Dekan FEB UMPAR Dr. H. Irwan Idrus, S.T., M.M., mengatakan GSMS diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi.
Menurut dia, keberhasilan program membutuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pengelola masjid, dan masyarakat. Untuk mematangkan gagasan tersebut, FEB UMPAR telah menyiapkan tim khusus yang akan merancang mekanisme pelaksanaan Gerakan Satu Masjid Satu Sarjana.
Dalam audiensi tersebut hadir Wakil Dekan I FEB UMPAR Ruslan T, S.E., M.Si., Wakil Dekan II Dr. Abdul Azis, S.E., M.Ak., dan Wakil Dekan III Akhsan, S.E., M.Si. Kepala Program Studi Akuntansi Hasdiana, S.E., M.Ak., serta Tim GSMS Fitriani, S.E., M.Si.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi antara FEB UMPAR dan Pemerintah Kota Parepare dalam menyiapkan konsep sekaligus mekanisme pelaksanaan GSMS. Bagi FEB UMPAR, Gerakan Satu Masjid Satu Sarjana bukan sekadar program untuk meningkatkan jumlah masyarakat yang mengenyam pendidikan tinggi. Gerakan tersebut diarahkan menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat berbasis masjid. Pendidikan tinggi diharapkan dapat menjadi investasi sosial yang memberikan manfaat tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, masjid, dan masyarakat menjadi faktor penting agar gerakan tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan. Jika direalisasikan sesuai rencana, GSMS diharapkan dapat menjadi salah satu model pemberdayaan masyarakat berbasis masjid di Kota Parepare sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. (*/AR)