
Kegiatan berlangsung di Majennang, Kelurahan Watang Suppa, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, dengan melibatkan Kelompok Nelayan Masempo Dalle sebagai mitra utama. Program tersebut menjadi bentuk sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam menghadirkan solusi teknologi yang aplikatif bagi sektor perikanan pesisir.
Tim pelaksana dipimpin oleh Prof. Dr.Eng. Ir. Intan Sari Areni, S.T., M.T., IPU dari Universitas Hasanuddin sebagai ketua tim. Ia didampingi oleh Ir. Untung Suwardoyo, S.Kom., M.T., IPP dari Universitas Muhammadiyah Parepare serta Ir. Nur Annisa Putry Mangerangi, S.T., M.Sc. dari Universitas Hasanuddin sebagai anggota tim. Kolaborasi lintas perguruan tinggi ini diharapkan mampu mempercepat hilirisasi hasil riset menjadi solusi nyata bagi masyarakat.
Sebagai tahapan awal, tim menggelar kegiatan sosialisasi pada 13 Juni 2026 yang diikuti oleh anggota Kelompok Nelayan Masempo Dalle. Dalam forum tersebut, tim memaparkan rancangan program sekaligus membuka ruang diskusi interaktif guna mengidentifikasi kebutuhan dan tantangan yang dihadapi para nelayan dalam kegiatan budidaya rumput laut.
Suasana diskusi berlangsung dinamis. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi, terutama saat membahas pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung proses budidaya dan meningkatkan kualitas hasil panen. Berbagai masukan dari nelayan menjadi bahan penting dalam penyempurnaan implementasi program agar sesuai dengan kondisi lapangan.
Melalui program ini, tim akan menerapkan Sistem Monitoring Lingkungan Multi-Zona berbasis Internet of Things (IoT) yang memanfaatkan energi surya sebagai sumber daya utama. Sistem tersebut dirancang untuk memantau berbagai parameter lingkungan perairan, seperti suhu, salinitas, dan kondisi perairan lainnya secara real-time di beberapa zona budidaya.
Data yang dihasilkan diharapkan menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih akurat bagi nelayan, mulai dari penentuan waktu tanam, proses pemeliharaan, hingga waktu panen yang optimal. Dengan demikian, risiko kegagalan budidaya akibat perubahan kondisi lingkungan dapat diminimalkan.
Tidak hanya berfokus pada proses budidaya, program ini juga menghadirkan teknologi pascapanen rumput laut yang bertujuan meningkatkan kualitas produk. Penerapan teknologi tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah sehingga hasil produksi nelayan memiliki daya saing dan nilai jual yang lebih tinggi di pasar.
Secara jangka panjang, kegiatan ini ditargetkan mampu meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan nelayan dalam memanfaatkan teknologi modern, menciptakan efisiensi proses budidaya, serta mendukung praktik perikanan yang lebih berkelanjutan. Penggunaan energi surya juga menjadi solusi ramah lingkungan bagi kawasan pesisir yang masih memiliki keterbatasan akses listrik.
Kolaborasi UMPAR dan UNHAS ini menjadi contoh bagaimana inovasi berbasis riset dapat diterapkan langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Integrasi teknologi monitoring lingkungan dan pengolahan pascapanen diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi Kelompok Nelayan Masempo Dalle, tetapi juga menjadi model pemberdayaan masyarakat pesisir yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia. (*/AR)