Mengusung tema “Generasi Unggul, Kampus Berdampak: Membangun Indonesia dari Daerah Menuju Dunia”, kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan peran perguruan tinggi dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi Indonesia Emas 2045.
Kuliah umum ini menghadirkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Drs. H. Muslimin Bando, M.Pd, sebagai narasumber utama.
Kegiatan dipandu oleh Dr. Ibrahim Fattah, S.H., M.H selaku moderator dan dihadiri jajaran pimpinan Universitas Muhammadiyah Parepare.
Hadir Wakil Rektor I UMPAR Prof. Dr. Sriyanti Mustafa, S.Pd., M.Pd yang sekaligus mewakili Rektor UMPAR untuk menyampaikan sambutan.
Turut hadir Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMPAR Prof. Dr. K.H. Mahsyar Idris, M.Ag yang menyampaikan amanah dalam kegiatan tersebut.
Selain itu, Wakil Rektor III UMPAR Dr. Ir. H. Hakzah, S.T., M.T, para dekan, ketua lembaga, kepala biro, pimpinan unit, staf, dosen, serta mahasiswa di lingkungan Universitas Muhammadiyah Parepare turut memadati Auditorium UMPAR.
Perguruan Tinggi dan Indonesia Emas 2045
Dalam kuliah umum tersebut, sejumlah isu strategis menjadi pembahasan utama. Salah satunya mengenai peran pendidikan tinggi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Perguruan tinggi dinilai memiliki posisi strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda diharapkan mampu mengambil peran sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
Generasi muda, khususnya mahasiswa, tidak hanya dituntut menyelesaikan pendidikan di kampus, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan bangsa dan daerah.
Tema kuliah umum tersebut juga menyoroti perkembangan transformasi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang terus mengubah pola kehidupan, pendidikan, hingga dunia kerja.
Mahasiswa dituntut untuk memiliki kemampuan baru, kreativitas, serta literasi digital agar mampu bersaing dalam perubahan global yang semakin cepat.
Mahasiswa Didorong Berkontribusi bagi Daerah
Selain menghadapi tantangan global, mahasiswa dan perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.
Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan.
Konsep kampus berdampak menjadi salah satu semangat yang diusung dalam Kuliah Umum Semester Ganjil UMPAR Tahun Akademik 2026/2027.
Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan potensi daerah melalui inovasi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan kewirausahaan.
Dengan demikian, pembangunan Indonesia dapat dimulai dari daerah dan selanjutnya memberikan kontribusi yang lebih luas hingga tingkat nasional maupun global.
Karakter dan Integritas Jadi Fondasi
Selain kompetensi akademik dan kemampuan teknologi, pembentukan karakter juga menjadi perhatian dalam kuliah umum tersebut.
Generasi masa depan dinilai membutuhkan karakter kuat, integritas, serta jiwa kepemimpinan dalam menghadapi berbagai tantangan.
Mahasiswa UMPAR diharapkan tidak hanya menjadi lulusan yang siap memasuki dunia kerja, tetapi juga menjadi pemimpin masa depan yang memiliki kepedulian sosial dan tanggung jawab terhadap bangsa.
Nilai-nilai keislaman, kemuhammadiyahan, integritas, dan profesionalisme diharapkan menjadi fondasi dalam membentuk generasi unggul.
Kuliah umum tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Muhammadiyah Parepare dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Parepare.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya UMPAR memperkuat kolaborasi dengan berbagai lembaga dalam mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, serta penyediaan dan pemanfaatan data statistik.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan BPS diharapkan dapat membuka peluang pengembangan riset berbasis data serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Kerja sama tersebut juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran kampus sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
UMPAR Launching SIAKAT
Momentum Kuliah Umum Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 juga dirangkaikan dengan launching SIAKAT atau Sistem Informasi Akademik Terpadu Universitas Muhammadiyah Parepare.
Menariknya, sistem tersebut merupakan hasil karya dan pengembangan anak-anak magang Institusi UMPAR Batch 2.
Kehadiran SIAKAT menjadi bagian dari transformasi digital yang terus dikembangkan Universitas Muhammadiyah Parepare dalam meningkatkan pelayanan akademik.
Sistem tersebut diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dalam mengakses berbagai layanan akademik secara lebih efektif dan efisien.
Launching SIAKAT sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa dan generasi muda memiliki potensi besar untuk menghasilkan inovasi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi institusi dan masyarakat.
Hal tersebut sejalan dengan tema kuliah umum, yakni membangun generasi unggul yang mampu menciptakan kampus berdampak.
Melalui kegiatan tersebut, Universitas Muhammadiyah Parepare menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
UMPAR juga terus mendorong lahirnya generasi yang memiliki kompetensi global tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter, integritas, dan kepedulian terhadap pembangunan daerah.
Kuliah umum tersebut diharapkan menjadi momentum bagi seluruh sivitas akademika UMPAR untuk bersama-sama mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Dari kampus di daerah, mahasiswa dan sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Parepare diharapkan mampu melahirkan gagasan, inovasi, dan karya yang dapat memberikan kontribusi bagi Indonesia hingga dunia. (*/AR)