
Dorongan tersebut disampaikan UMPAR dalam sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Program Studi Magister (S2) Pertanian Berkelanjutan kepada para penyuluh pertanian se-Kabupaten Enrekang.
Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Enrekang, Rabu (9/9/2026), bertepatan dengan Rapat Koordinasi Program Strategis Kementerian Pertanian.
Sosialisasi dibuka Ketua Tim Kerja (Katimker) Dinas Pertanian Enrekang, Syamsuddin. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Enrekang, Dr. Ikbar Ashadi, S.P., M.P., serta Staf Ahli Bupati Enrekang, Dr. Dadang, M.Pd.
Dari UMPAR, kegiatan diisi Direktur Program Pascasarjana UMPAR, Dr. Nasrullah A, M.Pd., bersama Dekan Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (Fapetrik) UMPAR, Dr. Sukmawati, S.P., M.P.
Turut hadir Tim Bagian Promosi dan PMB UMPAR, Wahyuddin, Jasman, dan Supriyandi, serta mahasiswa agen admisi, Elvi Nur Alam.
Kuliah fleksibel untuk penyuluh
Dalam pemaparannya, Sukmawati mengatakan Program Studi S2 Pertanian Berkelanjutan UMPAR dirancang bagi tenaga penyuluh yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan aktivitas pendampingan petani.
Menurut dia, fleksibilitas menjadi salah satu keunggulan program tersebut.
“Penyuluh tidak harus meninggalkan tugasnya di lapangan untuk melanjutkan pendidikan. Sistem pembelajaran dirancang fleksibel sehingga aktivitas akademik dapat berjalan beriringan dengan tugas kedinasan,” ujar Sukmawati.
Salah satu skema yang ditawarkan yakni perkuliahan berbasis daring. Dengan sistem tersebut, penyuluh dapat mengikuti proses pembelajaran tanpa harus meninggalkan wilayah kerja maupun petani binaannya.
UMPAR juga menawarkan skema pembiayaan pendidikan secara fleksibel. Calon mahasiswa dapat melakukan pembayaran melalui sistem angsuran, baik secara harian maupun per semester.
“Skema ini diharapkan membuka akses yang lebih luas bagi ASN maupun tenaga pendamping lapangan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister,” kata Sukmawati.
Ditargetkan selesai empat semester
Program S2 Pertanian Berkelanjutan UMPAR dirancang dengan target masa studi empat semester.
Mahasiswa juga diberikan pilihan jalur penyelesaian studi melalui tesis maupun publikasi ilmiah sesuai dengan ketentuan akademik yang berlaku.
Sukmawati mengatakan, program tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan lulusan dengan gelar akademik, tetapi juga mendorong mahasiswa melahirkan inovasi yang dapat menjawab persoalan nyata di sektor pertanian.
Sejak awal perkuliahan, mahasiswa didorong menjadikan berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan sebagai bahan penelitian dan pengembangan inovasi.
Hasil penelitian tersebut selanjutnya diarahkan agar memiliki nilai guna bagi masyarakat, termasuk peluang memperoleh perlindungan kekayaan intelektual, dikembangkan lebih lanjut, hingga dihilirisasi.
Tampilkan inovasi UMPAR
Dalam sosialisasi tersebut, Sukmawati juga memperlihatkan sejumlah inovasi yang telah dikembangkan civitas akademika UMPAR.
Salah satunya adalah inovasi biochar berbahan limbah tongkol jagung dan formulasi pupuk NK.
Menurut Sukmawati, inovasi tersebut telah memperoleh sertifikasi paten, mendapatkan pendanaan riset, serta dikembangkan melalui kemitraan hingga memiliki peluang pasar internasional.
Ia mengatakan, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pendidikan magister dapat menjadi ruang untuk menghasilkan inovasi yang tidak berhenti pada penelitian akademik.
“Persoalan yang dihadapi petani di lapangan dapat menjadi sumber ide penelitian dan inovasi. Kami ingin mahasiswa tidak hanya menghasilkan tesis, tetapi juga karya yang bisa dimanfaatkan dan dikembangkan,” ujarnya.
Perkuat kompetensi penyuluh
Sosialisasi PMB tersebut menjadi bagian dari upaya UMPAR memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kompetensi sumber daya manusia di sektor pertanian.
Kabupaten Enrekang yang memiliki sektor pertanian sebagai salah satu kekuatan ekonomi daerah dinilai membutuhkan penyuluh dengan pengalaman lapangan sekaligus kemampuan akademik dan inovasi.
Melalui Program Studi S2 Pertanian Berkelanjutan, UMPAR membuka kesempatan bagi para penyuluh untuk meningkatkan kapasitas keilmuan sembari mengembangkan solusi terhadap persoalan pertanian di wilayah binaan.
UMPAR berharap program tersebut dapat melahirkan lulusan yang adaptif dan inovatif serta mampu menjadi penggerak transformasi pertanian berkelanjutan di daerah.