PAREPARE

Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan sosialisasi implementasi OBE dan pengukuran CPL yang digelar Universitas Muhammadiyah Parepare melalui Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP).
Kegiatan ini menjadi bagian dari tindak lanjut penerapan kurikulum OBE sekaligus upaya meningkatkan mutu proses pembelajaran dan pengelolaan kurikulum di tingkat program studi.
Implementasi OBE dan pengukuran CPL juga dinilai penting untuk mendukung pemenuhan standar mutu dalam proses akreditasi, baik pada tingkat program studi maupun institusi.
Sosialisasi dilaksanakan secara bertahap di seluruh fakultas UMPAR. Kegiatan dimulai dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis pada Senin (3/8/2026), kemudian Fakultas Teknik (5/8), Fakultas Ilmu Kesehatan (6/8), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (10/8), Fakultas Agama Islam (11/8), serta Fakultas Hukum (12/8).
Seluruh kegiatan berlangsung pukul 08.30–12.00 Wita. Sementara itu, Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan telah melaksanakan kegiatan serupa lebih awal.

Ia menekankan, kegiatan tersebut bersifat wajib bagi seluruh pihak terkait dan hasilnya harus mulai diterapkan pada semester ganjil tahun akademik 2026/2027.
“Implementasi ini wajib dan harus diterapkan pada semester ganjil 2026/2027,” tegas Sriyanti dalam arahannya.
Selain penguatan pemahaman mengenai OBE dan CPL, UMPAR juga mendorong penggunaan sistem digital untuk memastikan proses monitoring dan evaluasi pembelajaran berjalan secara seragam.
Ketua LPP UMPAR, Agussalim, S.H.I., M.H.I., meminta seluruh dosen di lingkungan UMPAR menggunakan aplikasi monitoring dan evaluasi (Monev) yang telah disiapkan universitas.
Aplikasi tersebut dapat diakses melalui monev.umpar.ac.id dan akan digunakan sebagai sistem pencatatan serta monitoring pelaksanaan perkuliahan.

Salah satu hasil yang dihasilkan melalui aplikasi tersebut adalah berita acara perkuliahan. Dokumen itu selanjutnya akan ditetapkan sebagai model berita acara yang berlaku secara universitas.
Dengan demikian, program studi tidak lagi menggunakan format berita acara perkuliahan yang berbeda-beda seperti yang selama ini diterapkan.
“Seluruh dosen diminta menggunakan aplikasi Monev. Nantinya aplikasi ini akan menghasilkan berita acara perkuliahan yang menjadi model berita acara universitas,” ujar Agussalim.
Penerapan sistem tersebut diharapkan tidak hanya memudahkan proses administrasi, tetapi juga memastikan pelaksanaan pembelajaran dapat terdokumentasi dan dipantau secara lebih terukur.
Melalui integrasi OBE, pengukuran CPL, dan sistem Monev, UMPAR menargetkan proses pembelajaran tidak berhenti pada pemenuhan administrasi akademik. Setiap kegiatan pembelajaran diharapkan dapat menunjukkan keterkaitan yang jelas antara proses perkuliahan, capaian pembelajaran, serta kompetensi lulusan yang ditargetkan.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen UMPAR untuk membangun budaya mutu akademik yang lebih terukur, terdokumentasi, dan berorientasi pada capaian lulusan. (*/AR)