KetFot : Foto bersama Pimpinan Universitas se Indonesia yang hadir pada kegiatan Semiloka "Menata Ulang Pendidikan Guru di Indonesia" 15/8/26 Hotel Naraya UTC Universitas Negeri Jakarta
JAKARTA – Rektor Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) Dr. Patahuddin Hakim, M.Pd mengikuti Seminar dan Lokakarya (Semiloka) bertajuk “Menata Ulang Pendidikan Guru di Indonesia” yang digelar Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) bersama sejumlah forum dan pimpinan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).

Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Naraya UTC Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Sabtu (15/8/2026). UMPAR tercantum sebagai salah satu perguruan tinggi yang diundang dalam kegiatan nasional tersebut.

Semiloka ini menjadi ruang strategis untuk membahas arah pendidikan guru di Indonesia, terutama dalam menghadapi perubahan kebutuhan pendidikan, transformasi digital, serta tuntutan penyiapan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

ISPI menyelenggarakan kegiatan tersebut bersama para Rektor LPTK, Forum Komunikasi Dekan FKIP Negeri (Forkom FKIP), dan Forum Dekan Tarbiyah dan Keguruan (Fordetak). Forum ini mempertemukan unsur pemerintah, legislatif, pimpinan perguruan tinggi, serta pakar pendidikan guru.

Sejumlah tokoh dijadwalkan menjadi narasumber, di antaranya Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah, M.Si, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Menteri Agama, serta sejumlah pakar di bidang pendidikan guru.

Dalam agenda tersebut, Ferdiansyah dijadwalkan menyampaikan pandangan Komisi X DPR RI mengenai guru dan pendidikan guru untuk mewujudkan Visi Indonesia 2045.

Sementara itu, sesi pleno menghadirkan pembahasan mengenai kebijakan pemerintah dalam tata kelola guru di era transformasi digital, pendidikan guru untuk penyiapan generasi unggul, serta tata kelola guru dan pendidikan guru di lingkungan Kementerian Agama.

Rektor UMPAR Dr. Patahuddin Hakim menyambut baik pelaksanaan Semiloka tersebut. Menurut dia, penataan ulang pendidikan guru merupakan langkah penting untuk memastikan lembaga pendidikan tenaga kependidikan mampu melahirkan guru yang kompeten, adaptif dan mampu menjawab tantangan zaman. Bagi UMPAR, keterlibatan Rektor dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam merespons dinamika pendidikan guru sekaligus memperluas kontribusi dalam pembahasan kebijakan pendidikan nasional.

Forum juga membahas sejumlah persoalan mendasar pendidikan guru melalui tiga sidang komisi. Komisi A membahas pokok-pokok pikiran untuk regulasi pendidikan guru dalam RUU Sisdiknas. Komisi B membahas kurikulum dan sistem pembelajaran pendidikan guru, termasuk pendidikan akademik dan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Sementara Komisi C mengkaji tata kelola pendidikan dan pembinaan guru di Indonesia.

Rangkaian kegiatan kemudian diarahkan pada penyusunan rumusan hasil Semiloka yang akan menjadi rekomendasi. Dengan demikian, forum ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga diarahkan menghasilkan gagasan dan rekomendasi untuk penguatan sistem pendidikan guru di Indonesia.

Keikutsertaan Rektor UMPAR dalam forum tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antar-LPTK dalam menyiapkan pendidikan guru yang adaptif, berkualitas, dan relevan dengan tantangan masa depan.

Dalam surat undangan ISPI disebutkan bahwa negara yang unggul membutuhkan generasi unggul, sementara generasi unggul membutuhkan pendidikan dengan guru-guru unggul yang lahir dari LPTK yang unggul.

Semangat itulah yang menjadi salah satu pijakan digelarnya Semiloka “Menata Ulang Pendidikan Guru di Indonesia”, sekaligus menjadi momentum bagi perguruan tinggi, pemerintah, dan pemangku kepentingan untuk merumuskan arah pendidikan guru yang lebih kuat menuju Indonesia 2045. (*/AR)