
Kelulusan tersebut berlangsung pada 12-13 Agustus 2026 dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualifikasi akademik guru PAUD melalui model pembelajaran yang mengakui pengalaman kerja serta capaian pembelajaran yang telah dimiliki peserta.
Program RPL dirancang untuk memberikan kesempatan kepada para guru yang telah memiliki pengalaman mengajar agar dapat memperoleh kualifikasi akademik yang relevan tanpa harus meninggalkan tugas utama di lembaga pendidikan tempat mereka mengabdi.
Ketua Program Studi PIAUD Fakultas Agama Islam UM Parepare, Maswati, S.Pd.I., M.Pd., mengatakan kelulusan 37 guru tersebut menjadi capaian yang patut diapresiasi.
“Alhamdulillah, saya menyampaikan selamat dan rasa bangga yang setinggi-tingginya kepada 37 guru PAUD, TK, dan RA dari berbagai daerah yang telah resmi dinyatakan lulus program RPL,” kata Maswati.
Menurut dia, proses pembelajaran dalam program RPL berlangsung secara singkat namun intensif. Pengalaman mengajar peserta turut diperhitungkan sebagai bagian dari capaian pembelajaran yang dapat direkognisi.
“Melalui kurikulum RPL yang kami rancang, kami berupaya memastikan setiap mata kuliah yang ditempuh benar-benar relevan dengan tugas bapak ibu di lapangan,” ujarnya.
Materi pembelajaran, kata Maswati, diarahkan pada kebutuhan praktis guru PAUD, mulai dari perencanaan pembelajaran berbasis tema dan sentra, penguatan literasi dan numerasi anak usia dini, hingga integrasi nilai-nilai keislaman dalam kegiatan bermain.
Model tersebut memungkinkan para guru tetap menjalankan tugas di satuan pendidikan masing-masing sembari mengikuti proses akademik.
Dengan mekanisme konversi capaian pembelajaran berdasarkan pengalaman kerja, mahasiswa RPL dapat menyelaraskan pembelajaran di kampus dengan praktik pendidikan yang mereka jalankan sehari-hari.
“Transfer ilmu dapat terjadi secara simultan antara teori di kampus dan implementasi di lapangan,” kata Maswati.
Ia berharap para lulusan tidak hanya memperoleh gelar S1 PIAUD yang linear dengan bidang tugas, tetapi juga mampu membawa perubahan di lembaga masing-masing.
Para lulusan diharapkan dapat menerapkan metode pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan berkarakter Islami sehingga turut berkontribusi dalam membentuk generasi yang cerdas, mandiri, dan berakhlak mulia.
FAI UMPAR Dorong peningkatan profesionalisme guru, Dekan Fakultas Agama Islam UM Parepare, Dr. Muhammad Nur Maalla, S.Ag., M.A., turut menyampaikan apresiasi kepada 37 guru yang telah menyelesaikan program tersebut.
Menurut dia, kehadiran peserta RPL dari berbagai daerah menunjukkan tingginya semangat tenaga pendidik untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi akademiknya.
“Semangat untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini tidak terbatas oleh jarak dan wilayah,” kata Muhammad Nur Maalla.
Ia mengatakan program RPL memberikan ruang bagi para guru untuk tetap mengabdi di lembaga masing-masing sambil memperkuat kemampuan akademik, pedagogik, dan keislaman.
Dengan diperolehnya gelar akademik yang linear, lulusan diharapkan semakin mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif, berkarakter, dan bernilai Islami di satuan PAUD, TK, maupun RA.
“Semoga ilmu yang diperoleh menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan, serta menjadi energi baru untuk memajukan pendidikan anak usia dini di daerah masing-masing,” ujarnya.
Muhammad Nur Maalla berharap para lulusan RPL dapat menjadi bagian dari penguatan kualitas pendidikan anak usia dini, khususnya dalam membangun generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan memiliki daya saing.
Fakultas Agama Islam UM Parepare, lanjut dia, berkomitmen untuk terus menghadirkan program pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan tenaga pendidik di lapangan.
Sementara itu, Prodi PIAUD UM Parepare juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan para alumni setelah menyelesaikan pendidikan.
Melalui peningkatan kualifikasi akademik dan penguatan kompetensi pedagogik, para lulusan RPL diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan anak usia dini di Parepare, Sulawesi Selatan, dan daerah sekitarnya. (*/AR)