
Pelaksanaan tes berlangsung selama lima hari, mulai 3 hingga 7 Agustus 2026, dengan melibatkan 244 peserta yang mengikuti ujian secara bergelombang dalam dua sesi setiap hari. Skema tersebut diterapkan untuk memastikan seluruh proses seleksi berlangsung tertib, nyaman, aman, dan sesuai standar operasional yang ditetapkan pemerintah.
Rektor UMPAR, Dr. Patahuddin Hakim, M.Pd., menyambut baik kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI) kepada UMPAR sebagai salah satu penyelenggara Tes Substantif Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Tahun 2026.
Menurutnya, amanah tersebut menjadi bukti bahwa UMPAR dinilai memiliki kesiapan dari sisi sumber daya manusia maupun infrastruktur dalam mendukung suksesnya program strategis pemerintah di bidang pendidikan.
"Kepercayaan ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi UMPAR. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar seluruh tahapan seleksi berjalan lancar, profesional, dan berintegritas sehingga mampu menghasilkan calon guru yang berkualitas," ujar Patahuddin.
Ia menambahkan, pelaksanaan tes ini juga merupakan bagian dari rangkaian dukungan UMPAR terhadap kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan, Kemendikdasmen RI, dalam rangka memastikan kelancaran penyelenggaraan Ujian Substantif Pendidikan Profesi Guru Tahun 2026.
Sementara itu, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMPAR, Dr. Hj. Henni Setiawati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada FKIP UMPAR sebagai pelaksana kegiatan tersebut.
Henni mengatakan, penyelenggaraan Tes Substantif PPG menjadi momentum penting bagi UMPAR untuk menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan nasional melalui penyelenggaraan seleksi calon guru yang profesional.
Tes substantif sendiri merupakan tahapan penting dalam rangkaian Seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Tahun 2026. Setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi, peserta diwajibkan mengikuti tes ini sebelum melanjutkan ke tahap wawancara.
Melalui mekanisme tersebut, pemerintah berupaya menjaring calon pendidik yang tidak hanya memiliki penguasaan akademik sesuai bidang keilmuannya, tetapi juga kemampuan dasar yang dibutuhkan dalam praktik pembelajaran di sekolah.
Materi yang diujikan meliputi Tes Penguasaan Konten serta Tes Kemampuan Dasar Literasi dan Numerasi. Kedua komponen tersebut dirancang untuk mengukur kompetensi akademik sekaligus kemampuan berpikir kritis peserta sebagai fondasi pembelajaran pada era digital.
Koordinator PPG Universitas Muhammadiyah Parepare, Dr. Nasrullah A., S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa penunjukan UMPAR sebagai Tempat Uji Kompetensi merupakan bentuk kepercayaan yang harus dijawab dengan penyelenggaraan ujian yang profesional dan berintegritas.
"Kepercayaan ini menjadi amanah bagi UMPAR untuk memberikan layanan terbaik kepada seluruh peserta. Kami telah menyiapkan seluruh kebutuhan pelaksanaan, mulai dari perangkat komputer, jaringan internet, ruang ujian, administrasi peserta, hingga kesiapan panitia, pengawas, proktor, dan teknisi agar proses ujian berlangsung aman, tertib, nyaman, dan lancar," kata Nasrullah.
Sebagai perguruan tinggi penyelenggara Pendidikan Profesi Guru, UMPAR memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung telah memenuhi standar pelaksanaan ujian berbasis komputer. Pengawasan juga dilakukan secara ketat guna menjamin setiap tahapan seleksi berlangsung objektif, transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik kecurangan.

Menurut Nasrullah, kualitas proses seleksi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mencetak guru-guru masa depan yang kompeten dan berdaya saing.
"PPG merupakan gerbang awal dalam menyiapkan tenaga pendidik yang berkualitas. Karena itu, proses seleksinya harus dilaksanakan secara adil, objektif, dan akuntabel agar menghasilkan calon guru yang benar-benar kompeten," ujarnya.
Dengan melayani 244 peserta selama lima hari pelaksanaan, UMPAR tidak hanya menjalankan fungsi sebagai lokasi penyelenggaraan ujian, tetapi juga berkontribusi langsung dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional. Keterlibatan perguruan tinggi dalam proses seleksi ini diharapkan mampu melahirkan guru-guru yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki integritas tinggi, serta mampu menjawab tantangan pembelajaran abad ke-21.
Kepercayaan yang kembali diberikan pemerintah sebagai Tempat Uji Kompetensi menjadi bukti konsistensi Universitas Muhammadiyah Parepare dalam mendukung berbagai program strategis nasional di bidang pendidikan. Melalui penyelenggaraan seleksi Pendidikan Profesi Guru yang berkualitas, UMPAR terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen mencetak sumber daya manusia unggul dan profesional bagi Indonesia.